Nama: Najla Qurrata Aini Putri Yusrizal Kelas / NIM : 5B / 2103015179 Verifikasi dan Validasi Model Verifikasi dan validasi model sangat penting untuk memastikan model yang dikembangkan akurat dan efisien. Proses ini membantu mengidentifikasi kendala, menghapuskan kesalahan, dan meningkatkan kualitas model yang akan digunakan dalam simulasi. Oleh karena itu, penting bagi para pengembang model untuk melakukan verifikasi dan validasi model dengan baik dan menggunakan metode yang sesuai untuk mengelola risiko dan kualitas model. Proses verifikasi dan validasi model adalah langkah kritis dalam mata kuliah Pemodelan dan Simulasi. Proses ini membantu memastikan bahwa model yang dikembangkan secara matematis atau simulasi komputer dapat diandalkan dan merepresentasikan dengan baik sistem yang sedang dipelajari. Verifikasi dan validasi model adalah dua proses yang berbeda, tetapi keduanya penting untuk memastikan bahwa model yang dikembangkan dapat diandalkan dan akurat....
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Nama: Najla Qurrata Aini Putri Yusrizal Kelas / NIM : 4C/2103015179 Teknik Informatika Kriptografi Klasik Bagian 2 Bebarapa Cipher Klasik antara lain: Caesar Cipher, Vigenere Cipher, Playfair Cipher, Affine Cipher, Hill Cipher, dan Enigma Cipher. Caesar Cipher: Metode menggunakan kunci berupa angka sebagai nilai untuk mengganti karakter pesan dengan karakter yang lain. Hal yang berbeda pada vigenere cipher karena menggunakan abjad sebagai kunci penyandian untuk melakukan penggantian atau subtitusi karakter pesan. Vignere Cipher: Metode menyandikan teks alfabet dengan menggunakan deretan sandi Caesar berdasarkan huruf-huruf pada kata kunci. Vegenere Cipher adalah contoh algoritma yang menggunakan konsep Cipher Abjad Majemuk. Kelebihan sandi ini dibanding sandi Caesar, sandi ini yaitu tidak begitu rentan terhadap metode pemecahan sandi yang disebut analisis frekuensi...
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Nama: Najla Qurrata Aini Putri Yusrizal Kelas / NIM : 4C/2103015179 Teknik Informatika Kriptografi Klasik Bagian 3 Affine Cipher : P erluasan dari metode Caesar cipher untuk mempersulit analisa frekuensi dengan menggunakan affine transformation yang rentan terhadap analisa frekuensi . Rumus: Enkripsi: C ≡ m.P + b (mod n) Dekripsi: P ≡ m–1 (C – b) (mod n) Kunci: m dan b Keterangan: n: ukuran alfabet m: bilangan bulat yang relatif prima dengan n b: jumlah pergeseran Caesar cipher: khusus dari affine cipher dengan m = 1 m–1: inversi m (mod n), yaitu m . m–1 ≡ 1 (mod n) Contoh: Plainteks : KRIPTO m = 7 (Nilai m ini dibuat sendiri dengan ketentuan angka harus relatif prima dengan 26) b = 10 (Angka ini juga dibuat sendiri seperti kunci) Enkripsi: Proses pertama sama seperti pada Caesar Cipher ubahlah plainteks ke dalam bentuk angka (K=10, R=17, I=8, ...
Comments
Post a Comment